Upaya Pencegahan Kebakaran di Tempat Kerja
Kebakaran gedung adalah salah satu bencana yang merugikan secara fisik, finansial, maupun psikologis. Baik itu terjadi pada gedung perkantoran, pabrik, apartemen, pusat perbelanjaan, atau rumah sakit. Baru – baru ini kebakaran terjadi di sebuah gedung perkantoran bertingkat. Data nasional menunjukkan bahwa masih banyak bangunan terutama di wilayah Jakarta yang belum memenuhi syarat proteksi kebakaran yang memadai, sehingga mengakibatkan kebakaran yang menyebabkan hilangnya nyawa dan kerugian materi. Penyebab umum meliputi korsleting listrik, kebocoran gas, dan kelalaian manusia, yang diperparah oleh kepadatan bangunan dan keterbatasan akses pemadam kebakaran.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pengelola gedung dan penghuni untuk memahami dan menerapkan metode untuk mendeteksi kebakaran pada tahap awal guna meminimalkan kerugian dan mencegah kebakaran besar. Pengelola gedung sudah seharusnya memiliki prosedur keselamatan kebakaran yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa setiap kebakaran ditangani dengan tepat dan aman.
Apa saja standar keselamatan kebakaran bangunan untuk meminimalkan kebakaran ?
Berikut beberapa tips untuk membantu meminimalkan risiko kebakaran di gedung :
1. Inspeksi listrik berkala

Salah satu penyebab utama kebakaran adalah korseleting. Kabel yang rusak dapat menjadi sumber percikan api. Selain itu, selalu matikan peralatan listrik saat tidak digunakan. Membiarkan peralatan listrik menyala dalam waktu lama tanpa pengawasan dapat menyebabkan panas berlebih dan memicu kebakaran.
2. Penerapan Proteksi Aktif & Pasif
a. Penerapan Proteksi Aktif, meliputi :
- Sistem deteksi alarm kebakaran : Pasang detektor api atau asap di setiap ruangan. Pemasangan tidak hanya di koridor atau lobi namun di ruang kerja, gudang, ruang arsip, ruang server hingga toilet. Detektor sebagai alat pendekteksi dini dan peringatan bunyi untuk evakuasi.
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Berat (APAB) : Sediakan & letakkan APAR atau APAB yang mudah dijangkau. APAR dan APAB harus diperiksa secara berkala. Sebelum menggunakan alat pemadam api, pahami jenis kebakaran dan gunakan APAR atau APAB sesuai dengan kelasnya agar dapat digunakan secara efektif.


Berikan pelatihan dasar mengenai cara menggunakan APAR dan APAB kepada seluruh karyawan agar mereka siap menggunakannya dalam situasi darurat.
- Sprinkle dan Hidran : Sprinkle secara otomatis menyemprotkan air di area terdekteksi api, kemudian hidran adalah pasokan air bertekanan untuk memadamkan api, ada 2 jenis hidran, hidran indoor & outdoor. Pastikan hidran mudah dijangkau dan tidak terhalang dengan benda lain untuk memudahkan proses pemadaman api.
b. Penerapan proteksi pasif (bangunan), diantaranya :
- Material tahan api : Untuk struktur bangunan gunakan material tahan api yang tidak mudah terbakar.
- Pintu Tahan Api : Pintu tangga darurat dan pintu ruang khusus dibuat dari material tahan api.
- Tata Letak & Konstruksi : Tangga darurat terpisah, mudah diakses, dan memiliki petunjuk arah yang jelas serta pencahayaan darurat.
3. Jauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api : Simpan alat pemantik dan bahan kimia di tempat yang aman dan jauh dari benda mudah terbakar.
4. Aturan merokok dan Vape (rokok elektrik) : Merokok dan penggunaan Vape (rokok elektrik) harus dilakukan di area yang telah ditentukan dan jauh dari bahan mudah terbakar. Serta larangan merokok dan vape (rokok elektrik) di dalam ruangan dan toilet.
5. Edukasi dan Pelatihan : Sosialisasi rutin dan simulasi evakuasi kepada seluruh karyawan, serta pelatihan dalam penanganan kebakaran.

6. Audit & pemeliharaan : Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk semua peralatan proteksi kebakaran agar berfungsi optimal.
7. Jalur evakuasi : Pastikan jalur tersebut tidak terkunci, tidak terhalang dan dilengkapi lampu darurat.
8. Penerapan 5R / 5S : Penerapan 5R/5S di tempat kerja sangat penting untuk pencegahan kebakaran di gedung dan pabrik. Dengan meminimalkan barang-barang yang tidak perlu dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan rapi, hal ini mengurangi potensi bahaya kebakaran (bahan-bahan yang mudah terbakar), memperjelas jalur evakuasi, memudahkan akses ke alat pemadam kebakaran, dan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap potensi bahaya.

9. Penanganan benda dan bahan berbahaya : Menyimpan, menggunakan, dan membuang bahan kimia sesuai dengan prosedur keamanan.
10. Evaluasi Potensi Bahaya Kebakaran : Ini juga merupakan tindakan penting karena mengidentifikasi sumber pemicu api dan risiko, menentukkan langkah-langkah mitigasi yang tepat, serta melindungi nyawa dan aset.
Dalam hal ini, salah satu layanan Kami adalah Samurai Consultan. Ini adalah Layanan Diagnosis Risiko Kebakaran yang dilakukan bersama dengan Hatsuta Seisakusho Co.,Ltd.
Demikianlah rangkuman Kami mengenai standar bangunan untuk pencegahan kebakaran.
Dengan menerapkan standar ini, Anda dapat meminimalisir risiko dan kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran.
Jika Anda ada kebutuhan untuk proteksi kebakaran seperti alat pemadam kebakaran, instalasi, maintenance, konsultasi, pelatihan teknis penanganan kebakaran, percayakan jasa layanan ini kepada Kami.
Segera hubungi Kami sekarang juga untuk mendapatkan harga spesial.