Foam System

Foam System

Foam sistem adalah sistem proteksi kebakaran yang menggunakan media busa. Media tersebut dapat memadamkan api seperti layaknya sistem hydrant. Pada kelas kebakaran B umumnya diakibatkan oleh benda cair mudah terbakar, seperti minyak, bensin, dan lainnya. Untuk kebakaran jenis ini sangat tepat menggunakan media Foam Sistem. Umumnya sistem ini diinstalasi di dunia industri dan perminyakan.

 

Struktur & Diagram Sistemik Sistem Pemadam Kebakaran Busa

Foam sistem terdapat banyak jenisnya yang disesuaikan dengan tingkat bahaya kebakaran. Oleh karena itu, sistem foam dilengkapi dengan enam tipe foam discharge yaitu : Air Foam Chamber, Air Foam Nozzle, Air Foam Spray Head, Subsurface Foam Injection, Air Foam-Water Monitor Nozzle dan High Expansion Foam Generators.

 

 

CARA KERJA FOAM FIRE EXTINGUISHING SYSTEM

1. Pump Room
Di dalam ruangan pompa di PT. Sankyu Internasional ini terdapat beberapa sistem yang menjadi suplai pasokan air seperti Pompa Air bersih, Hydrant system dan Foam System. Foam System memiliki instalasi pipa yang terpisah dengan Hydrant dan Pompa Air bersih.

-   Panel Engine Fire Pump

Berfungsi sebagai kontrol untuk menghidupkan dan mematikan engine secara manual dan otomatis yang telah terintegrasi dengan Master Control Foam.

 

 

 

 

 

 

 

 

-   Engine Pump

Pompa mesin diesel ini dapat menghasilkan tekanan air hingga 9 bar. Pompa ini dapat hidup secara otomatis dan manual. Sistem otomatis sudah terintegrasi dengan sistem Fire Alarm yang dapat mengirim sinyal apabila detektor mendeteksi suhu yang tidak normal atau berubah secara konstan.

2. Master Control Foam

Berfungsi sebagai indikator, triger sinyal, interlocking, penerima sinyal, buzzer dan visual. Sinyal dapat diterima dari emergency push button dan detekor dan sinyal tersebut diperintahkan untuk menghidupkan mesin pompa untuk suplai pasokan air bertekanan.

3. Fire Detector (Explosion – Proof Type Heat Detector)

 

Detektor FFH-IE-060-150 berfungsi sebagai pendeteksi temperatur di ruangan apabila temperatur panas mencapai di angka 60 derajat celcius, kenaikan temperatur yang terjadi secara cepat disebabkan oleh api.
Apabila temperature tersebut tercapai maka detektor akan memberikan sinyal ke panel Fire Foam System dengan indikasi FIRE 1 dan FIRE 2.

 

 

4. Foam Head

Kepala Sprinkler Foam yang terpasang pada struktur langit-langit memberikan distribusi busa yang merata sebagai pemadaman api cepat dan pengendali kebakaran. Kepala sprinkler busa bisa memberikan pendinginan pada struktur dan perlindungan dari radiasi panas. Sistem semburan yang menggunakan sprinkler busa memiliki utilitas yang tinggi dalam perlindungan dari kebakaran.

5. Pressure Proportioning Tank (1000L Capacity)
Tanki berfungsi sebagai media penyimpanan foam concentrate.

Foam concentrate adalah cairan yang bila dicampur dengan air dalam konsentrasi yang tepat membentuk larutan busa sebagai pemadam kebakaran, memadamkan kebakaran api pada cairan yang mudah menyala atau mudah terbakar.

Bagaimana busa dapat dihasilkan ?
Sistem air bertekanan mencampur konsentrasi busa dengan air. Campuran larutan busa yang dihasilkan menyebar akibat tekanan dari air. Volume busa yang dihasilkan lebih banyak dari volume larutan busa.

Bagaimana busa dapat dipadamkan ?
Api atau kebakaran dapat timbul atas dasar berikut:

1. Adanya bahan yang mudah terbakar
2. Oksigen
3. Suhu Panas yang tinggi
Jika salah satu syarat di atas hilang maka api tidak dapat menyala, untuk memadamkan api, material yang terbakar harus dipisahkan dari suplai oksigen atau didinginkan di bawah suhu pengapian, hal ini dapat dicapai dengan busa pemadam kebakaran.

 

 

Komponen Foam Tank

Pada instalasi Foam System Tank ini memiliki beberapa komponen pendukung yang saling terhubung yaitu :
1. Filling Valve (Keran pengisian media foam konsentrat)

2. Drain Valve (Keran untuk membuang air)
3.Level Gauge (Indikator untuk melihat kapasitas foam konsentrate yang berada di dalam tabung)
4. Air Vent Valve 1 ( Untuk membuang udara yang terjebak pada saluran foam maker tank)
5. Air Vent Valve 2 (Untuk membuang udara yang terjebak di dalam instalasi air)

 

 

 

 

6. Deluge Valve (Pressurization Open Type)

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistem deluge dirancang untuk melindungi daerah-daerah resiko tinggi kebakaran seperti industri yang mengandung bahan bakar gas dan minyak.

Mekanisme deluge valve terdiri dari detektor untuk mendeteksi perubahan suhu pada area proses. Sinyal yang dikirimkan oleh detektor dan sensor langsung masuk ke panel kontrol. Maka membuat deluge valve bekerja dan membuka katup untuk mengirimkan air ke area yang membutuhkan. Saat api sudah padam, maka deluge valve akan kembali ke posisi standby.

Deluge valve merupakan katup diafragma untuk melepas secara cepat yang terdiri dari 3 komponen utama.

* Pada saat kondisi set, aliran air tetap ada di dalam primary chamber namun tidak mengalir melalui outlet chamber, melainkan dialirkan ke bypass melalui bypass line. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga tekanan air di ruang utama. Dampaknya deluge valve tetap berada pada posisi standby dan siap digunakan dalam kondisi darurat.

* Pada saat sedang digunakan, maka posisi clapper dan seat seal berubah menjadi dua kamar yang saling bergabung. Ruang ketiga adalah ruang yang membantu membuka atau menutup katup. Ruang ini juga disebut sebagai ruang atas atau priming.

* Bekerja secara otomatis dan manual.

7. Automatic Alarm Check Valve (YAV-100A)
Berfungsi untuk mendeteksi aliran air melewati katup tersebut yang terkoneksi dengan bell dan sebuah indkator.

 8. Local Operating Box / Push Buton / Manual Call Point

Push button berfungsi untuk mengaktifkan Foam Sistem secara menyeluruh jika dalam kondisi darurat, hal ini dapat dilakukan apabila adanya indikasi api namun sistem detektor belum berfungsi.

 

 

 

 

 

 

 

 

9. Sirine & Alarm Device (Explosion Proof Type)

Pada saat detektor mendeteksi adanya kenaikan temperatur, maka sistem mengirim sinyal ke sirine untuk memberitahu bahwa sistem deluge valge sedang aktif.

Scroll to Top